Tolong pilih kategori sesuai, jenis posting (diskusi atau bukan) dan sertakan tag/topik yang sesuai seperti komputer, java, php, mysql, dll. Promosi atau posting tidak pada tempatnya akan kami hapus!
- Bagi Anda yang ingin mendaftar, baca link berikut:
http://diskusiweb.com/discussion/50491/how-to-registrasi-diskusiweb-com-baca-ini-terlebih-dahulu
- Cara menyisipkan kode program supaya tampil rapi dan terformat dengan baik di diskusiweb.com: http://www.diskusiweb.com/discussion/50415/cara-menyisipkan-kode-program-di-diskusiweb-com
- Cara posting gambar/image di post Anda: http://www.diskusiweb.com/discussion/47345/cara-menyisipkan-menyertakan-image-pada-posting/p1

Pengertian AJAX II

INTRO, diskusi ini untuk menyambung topik yang dilock di http://diskusiweb.com/viewthread.php?tid=26954


[quote] [b] by sandal[/b]
memang akronim ajax mengandung kata javascript dan xml, namun saya lihat sekarang sudah banyak yang menggunakan yaml sebagai pengganti xml. karena xml masih kalah performa-nya dibanding yaml. karena suatu data yang dikirim dalam bentuk xml, ukurannya akan relatif lebih besar daripada yaml.

btw, teknologi ajax yang menggunakan yaml, namanya akan berubah jadi ajay nggak ya?
[/quote]

Lah nggak dong mas. Kan namanya udah [b]yaml[/b]. Konsepnya boleh sama tapi nama jelas berbeda.

Karena itu saya mempersoalkan masalah bahasa (baca: penamaan) ketimbang konsep.
Sebelumnya saya udah bilang
[quote][b] vberror13 :[/b]
Saya tidak akan membantah hal tersebut, bila intinya adalah melakukan pertukaran data antara browser dengan server, tanpa membuat browser mereload secara keseluruhan.
[/quote]

untuk menyelami pengertian saya mengenai konsep dan nama (istilah), bisa dibaca pemikiran saya dibawah ini:

konsep:
Kita memelihara binatang berkaki empat untuk menghabiskan sisa-sisa makan malam.

implementasi:
memelihara kucing, anjing, kambing.

kesimpulan:
Kucing, anjing, kambing , adalah *sama* untuk konsep di atas. Ketiganya berkaki empat dan dapat dipakai untuk menghabiskan sisa makanan.

back to topik:

begitu juga Ajax, yaml, iframe, dinamic html element , sama bila dipandang dari konsep "pertukaran data antara browser dengan server, tanpa membuat browser mereload secara keseluruhan. "

[quote] [b] from Rismawati[/b]
Do I have to use XML and/or XSLT in an Ajax application?
A. No. XML is the most fully-developed means of getting data in and out of an Ajax client, but there’s no reason you couldn’t accomplish the same effects using a technology like JavaScript Object Notation or any similar means of structuring data for interchange.
[/b]

Memakai XML atau tidak, bukan keharusan dari ajax. Response dari xmlHttpRequest bisa berformat XML , (diambil dari objXMLReq.responseXML) atau format plain-text (objXMLReq.responseText);
Jadi jawaban itu bukan berarti tidak memakai XMLHTMLRequest object, tetapi tidak menggunakan [b]objXMLReq.responseXML[/b]

Mungkin ini kesalahan saya juga. Seaktu saya katakan
kepanjangan AJAX,saya anggap rekan-rekan menangkap bahwa " X-nya, bukan berarti [b]XML format[/b], tetapi lebih ke arah pengertian [b]XMLHttpRequest object[/b]. "

@mbak risma (khusus), pribadi saya tidak merasa adanya offense dari mbak risma, so nothing to apologize; Tanggapan mbak Risma sangat masuk akal dan *nyambung*. Keep posting, sister.
Tagged:

Comments

  • Originally posted by vberror13
    begitu juga Ajax, yaml, iframe, dinamic html element , sama bila dipandang dari konsep "pertukaran data antara browser dengan server, tanpa membuat browser mereload secara keseluruhan. "

    maaf mas, takut salah paham nih.
    yang saya maksud yaml adalah yet another markup language, jadi sebuah format data, bukan sebuah teknik untuk melakukan asynchronous connection.

    maksud saya begini, pengertian AJAX yang umum kan mengirim paket data dalam bentuk XML dari client ke server atau sebaliknya, secara asynchronous.

    nah, seandainya format data yang digunakan bukan lagi XML tetapi YAML atau plain text, atau CSV, maka teknologi tersebut masih bisa dianggap sebagai AJAX apa enggak, secara huruf X untuk kata XML telah diganti dengan YAML, plain text maupun CSV.

    tapi kalau X-nya adalah dari kata XMLHttpRequest, berarti ga masalah :D

    i love this :D
  • hooo gitu ya..
    seep.. sepp. maturnuwun muach!
  • yang saya maksud yaml adalah yet another markup language,

    Nah, tuh kan, saya jadi kepleset. :D

    Gara-gara kita bicara tentang asyn-request, saya kira yaml adalah semacam teknik asyn-req. (silly me!)
    pengertian AJAX yang umum kan mengirim paket data dalam bentuk XML

    Nggak dong. Dari client ke server, pake data text-plain berpasangan;

    contoh: "username=vberror13&password=errorsemua"

    baik untuk method POST maupun method GET.

    Nah, return valuenya (atau Response dari server) juga plain-text , yang dikenali si objXMLHttpRequest dari content-type-nya. Bila mengandung kata "xml" (IIS content-type untuk xml format adalah "text/xml" sedangkan Apache menyebutnya "application/xhtml+xml" ), si object XMLhttp akan mencoba memparsingnya dan (bila valid xml format) mengisi property responseXML.


    Jadi kalo itu (lihat quote) dianggap pengertian ajax secara umum, yang mencetuskan anggapan itu bisa dianggap salah tanggap.

    X-nya ajax adalah XMLhttp object, bukan format data xml.

    req = new XMLHttpRequest(); << untuk FF dan gecko (?)
    req = new ActiveXObject("Microsoft.XMLHTTP"); << untuk IE

    jadi mungkin karena X dicetuskan pertama kali sebagai XML , orang-orang menganggapnya sebagai format data XML dan bukan XML object.

    pengertian XML object ini, sama kayak window object, yang property dan methodnya dapat dimanipulasi lewat javascript .

    cheers.
  • nah gini kan fresh diskusi nya.

    kalo menurut saya ada banyak cara dan metode untuk data remoting dari CLIENT SIDE, ada yg lewat

    - markup dan elementnya (iframe, xforms, yaml, xaml, avalon, data island, xul, xinclude, SSI?)

    - pake browser api (+ browser scripting) (xmlhttp/xmlhttprequest, msxml, document.implementation, ActiveX, DOMParser, XPCNativeWrapper)

    - dan terakhir memakai browser scripting itu sendiri (JSON)

    duh banyak bener kan. Saya ada teknologi segitu banyak pilih sendiri mana yang menurut Anda itu ajax

    kalo saya sendiri pernyataan di http://adaptivepath.com/publications/essays/archives/000385.php sudah jelas menunjuk pada penggunaan teknologi2
    - standards-based presentation using XHTML and CSS;
    - dynamic display and interaction using the Document Object Model;
    - data interchange and manipulation using XML and XSLT;
    - asynchronous data retrieval using XMLHttpRequest;
    - and JavaScript binding everything together.

    dan juga yang ini

    Q. Why did you feel the need to give this a name?

    A. I needed something shorter than &#8220;Asynchronous JavaScript+CSS+DOM+XMLHttpRequest&#8221; to use when discussing this approach with clients.
  • pada topik diskusi callback ajax mas rismawati mengutip

    ".. but there&#8217;s no reason you couldn&#8217;t accomplish the same effects using a technology like JavaScript Object Notation or any similar means of structuring data for interchange .."


    yang jesse maksudkan adalah json sebagai structural data
    structural data lain bisa html, xhtml, xml, data format saya sendiri atau data format lain
  • Yah, semuanya juga masalah bahasa.
    Agar dapat memahami konsep tertulis maupun ter*dengar* , harus jelas bahasanya.

    Saya mempermasalahkan hal *bahasa* ini, agar tidak tercampur baur pengertian antara Pepsodent dan Odol. Yang satu adalah nama produk dan yang lain adalah istilah yang digunakan untuk menjawab pertanyaan "Selain memakai sikat gigi, apa yang kita pakai untuk membersihkan gigi ,anak-anak ?"

    Kalau dibaca di kemasannya, Pepsodent mengandung bahan-bahan kimia tertentu, seperti Fluoride. Fluoride ini adalah bahan aktif yang (katanya) membuat lapisan gigi (enamel) jadi menjadi lebih kuat dan bersinar.

    Bagaimana dengan Close-up, Formula dan Darlie ? Ketiganya mengadung flouride dan digunakan untuk membersihkan gigi juga, bukan? Oh, dalam konteks ini, ketiganya dikategorikan sebagai odol dan bukan sebagai Pepsodent.

    Konsep Pepsodent (sebagai suatu produk) adalah membuat gigi menjadi cemerlang dan kuat. Konsep Close-up , membuat mulut terasa lebih segar dan pemakainya menjadi lebih percaya diri. Setidaknya, itu yang dapat kita tangkap dari iklan-iklannya.

    Apakah Close-up dan Pepsodent sama-sama mengandung Fluoride dan mint, tidak jadi persoalan. Yang menjadi persoalan, pemilik merek dagang Pepsodent tentu tidak mau semua orang yang datang ke warung menanyakan Pepsoden, diberikan Close-up oleh pemilik warung, karena menurut si pemilik warung, keduanya sama-sama odol gigi; No matter Close-up or Pepsodent. Both are tooth paste, aren't they ?

    But wait, ada yang lain. Ada juga pasta gigi yang tidak mengandung fluoride. Dan ada juga benang yang bisa dipakai untuk membersihkan gigi. Nenek moyang saya dulu malah memakai bubuk batu-bata dan arang untuk menyikat giginya. Apakah ini termasuk Odol (secara konsep) atau termasuk pepsodent (juga secara konsep) ?

    Sekarang, anggap Ajax adalah Pepsodent dan teknik mengambil data dari server adalah Odol. Fluoride adalah JSON, Close-up adalah manipulasi element HTML secara run-time, dan sikat gigi adalah si javascriptnya.

    Haruskan kita mengatakan persoalan bahasa tidak diperlukan di sini ?

    Seperti-Pepsodent (baca Ajax-like) bukan berarti Pepsodent (atawa Ajax).

    Ah, ngaco. Ajax kan bukan merek dagang ? Si Jesse bilang, dia memberikan nama untuk teknologi yang melibatkan javascript dan XMLhttp (juga DOM dan BOM) itu sewaktu hendak berjualan ke customernya.

    Semuanya memang masalah bahasa; yang kadang satu istilah dikacaukan dengan pengertian atau istilah lain.

    Jadi kalo kita bilang "asynchronous data retrieval", kita memakai XMLHTTPRequst object sebagai media dan bukan memakai JSON. Cara ini disebut dengan Ajax.

    Kita bisa melakukan asynchronous data retrieval dengan memakai iframe sebagai media, tetapi tidak memakai format XML. Pemakain iframe ini kita istilahkan dengan manipulasi DOM atau manipulasi element dokumen

    Seterusnya, struktur data tidak dipakai untuk "mengambil data", tetapi digunakan untuk "membalut" data.

    Begitu juga istilah "markup" berarti "membuat lebih"; yang dalam konteks HTML, merupakan token (tanda) bagi browser untuk membuat data yang diterima ditampilkan lebih baik ketimbang format text tanpa mark-up. Jadi bukan termasuk konteks "async data retrieval".

    Saya sendiri menyadari bahwa saya sering memakai istilah yang salah untuk suatu pengertian (lihat kasus YAML). Bila ada yang mengoreksi saya, saya akan berterima kasih sekali.
    Yang saya harapkan, ketika saya melakukan koreksi atas pengertian yang salah, harusnya juga jangan ada yang tersinggung atau menyimpan dendam.

    cheers.
  • Ah, saya jadi teringat ini:
    Rismawati
    kalau saya tanya ke mas vberror13 :
    "yg termasuk kondisional if-else di C (dan turunannya) itu yg seperti apa"

    Setahu saya ada 4 statemen yang bisa dimasukkan ke kategori kondisional di javascript (yang sintaks-nya hampir mirip dengan bahasa C):

    a. Blok If-Then (istilah / nama kondisional) atau menurut mbak risma If-else

    if (something_right){
    do_rightThings()
    } else {
    do_wait();
    }

    b. Ternary Operator (istilah / nama kondisional)

    var blRightthing = something_fishy ? "stayAlert" : "getSleep";

    c. Operator OR (istilah / nama kondisional)
    var Mybasket = strBasket || "basket";

    d. block switch (istilah / nama kondisional)

    yang b,c dan d tidak lagi kita sebut sebagai if-else , meskipun termasuk kondisional.

    Dan saya mengatakan kategori kondisional bukan kondisional if-else . Yang terakhir itu spesifik ke arah blok if-else;

    Jadi kalo pertanyaannya memang "yang termasuk kondisional if-else di C", bagi saya jawabannya, ya, blok if-else itu sendiri. Soalnya switch , ternary operator , dan kondisional OR seperti diatas, termasuk kondisional secara konsep dan bukan kondisinal if-else.


    Dalam percakapan sehari-hari, kita pakai
    "Alah, nggak usah repot. pake if-else aja" dan teman kita tidak akan memakai switch atau ternary operator, kan ?

    cheers. :)
  • Tulisan yang bagus, sis! :D

    Tapi kan kita udah sepakat, X pada ajax merujuk ke object XMLHTTPRequest dan bukan format XML.

    Lagi pula, "Do I have to use XML and/or XSLT in an Ajax application?", sebenarnya merujuk ke pemakaian format XML dalam hal response dari server, bukan ke object XMLHttpRequest.

    Lihatlah bahwa AJAX *wajib* menggunakan object XMLHttpRequest. Kalo nggak ada object ini, nggak ada yang namanya AJAX application. Jadi pemakaian XML di pertanyaan "do I have to..." tentunya merujuk ke arah format data XML, bukan XMLHttp-nya.

    BTW, I got your point. And I think you got mine too. Should we stop this discussion now ?

    :D
  • hallo vberror13..
    kayaknya gue bakalan ikutan terus nih..
    enak juga..
    cocok ama gue banget..
  • @orang_romantis,
    selamat datang dan mohon bagi-bagi ilmu anda, ya .

    :D
  • apa??????????

    apaan tu yaml???????????

    mohon penjelasan

    dari seorang PEMULA

    makasi............
  • Carikan modul Ajx dunk....
Sign In or Register to comment.